Tuesday, February 21, 2012

Sebuah Catatan untuk Indonesia

Susilo Bambang Yudhoyono
Enam puluh enam tahun sudah Indonesia merdeka. Telah terjadi dinamika yang begitu kompleks dalam proses menjadi sebuah bangsa, namun apakah selama itu Indonesia sudah dapat dikatakan sebagai bangsa maju yang mampu membuat rakyatnya sejahtera?
Sudah enam presiden secara berkala memimpin bangsa ini. Proses kemajuan bangsa perlahan meningkat namun dekadensi akan kehidupan bernegara juga terjadi di dalamnya bahkan permasalahan klasik bangsa ini belum terpecahkan, KORUPSI. Pemerintahan SBY belum mampu mengatasi hal ini bahkan sampai periode keduanya, padahal di awal masa jabatannya, SBY begitu mengagung-agungkan pemberantasan korupsi. Bagaimana mau diberantas jika memang di dalam pemerintahan itu sendiri sudah terdapat korupsi?
Sistem pemerintahan di Indonesia yang demokrasi (terlebih sejak era reformasi) memang membuka palang pintu sebesar-besarnya bagi para pejabat untuk "memakan" uang rakyat. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sistem demokrasi di Indonesia tidak diciptakan untuk tujuan KORUPSI, namun demi kemajuan bangsa yang lebih baik.
Sistem demokasi diciptakan agar segala ide pikiran masyarakat yang membangun dapat diterima sebagai pertimbangan kebijakan pemerintah, namun mengapa yang terjadi justru ide pikiran itu dimatikan dan sistem demokrasi sungguh menjadi peluang pejabat melakukan korupsi?
Sebagai generasi penentu bangsa, kita jangan mau ikut arus para pejabat kotor itu. Butuh adanya pendidikan karakter sejak awal sehingga prioritas kita tidak semata pada harta duniawi yang tidak mungkin dibawa mati. Rasa keadilan dan semangat patriotisme harus ada dalam diri setiap orang dalam bangsa ini. Jangan mau Indonesia dibawa pada lubang kehancuran karena sikap dan perilaku warga negaranya sendiri.
Butuh pribadi-pribadi yang memegang teguh idealisme moralitas absolut universal semacam Soe Hok Gie dalam memajukan bangsa ini. Jika pemerintah tidak "becus" dalam menangani segalam permasalahan, maka itu dapat dikarenakan berbagai sebab, seperti posisi menteri atau pejabat lainnya yang bukan diisi oleh orang yang ahli di bidangnya, namun karena kepentingan politik semata. Harus ada perombakan jika ingin ada perubahan. Mari menjadi pribadi yang kritis terhadap segala kebijakan pemerintah. Jangan mau dijajah oleh bangsa sendiri karena di sini, di tanah ini kita dilahirkan. Sudah sepatutnya di tanah ini pula kita mengabdi dan menjunjung tinggi rasa solidaritas terhadap segala lapisan masyarakat. Kesejahteraan bangsa ini ditentukan oleh orang-orang di dalamnya. Salamku untuk semua rakyat Indonesia. AMDG

0 comments: