Tuesday, February 21, 2012

Korupsi Menggeliat dalam Pemerintahan

Angelina Sondakh saat menjalani persidangan.
Kasus Wisma Atlet telah mencapai tahap yang lebih jauh. Kali ini Nazaruddin benar-benar membuka kasus-kasus korupsi yang membelit partainya, demokrat. Terseretnya Angelina Sondakh juga merupakan suatu kemajuan dalam usaha membongkar mafia-mafia kelas kakap dalam tubuh partai. Kiranya hal ini merupakan indikasi bahwa memang benar terjadi politik uang dalam tubuh pemerintahan kita. Perjalanan sidang yang tarik ulur dan para pejabat yang tidak serta merta mengakui perbuatannya adalah suatu ironi bagi bangsa ini. Apakah memang mereka sudah tidak lagi memiliki hati nurani untuk mengakui perbuatannya? Apakah mereka tidak malu kepada masyarakat ketika justru ketahuan berbohong dalam persidangan?
Sebagai seorang politikus, sudah sepantasnya mereka mengakui perbuatan mereka dan mundur dari jabatan. Nampaknya negeri ini sudah terselimuti budaya korupsi yang sungguh kronis. Saking banyaknya korupsi dalam tubuh pemerintahan, korupsi menjadi barang biasa dan bukan lagi dianggap sebagai sebuah "dosa".
Apakah rakyat membayar pajak hanya untuk kepentingan segelintir golongan? Kemana larinya uang pajak itu jika masih banyak rakyat yang menderita? Sudah cukup bagi negara ini untuk terus-menerus tunduk pada neo-kolonialisme, bahwa kita dijajah sendiri oleh segelintir golongan. SBY harus tegas sebagai presiden. Jangan sampai peran presiden justru menjadi barang rongsokan di sudut jalan. Presiden harus berani bertindak tanpa pandang bulu, sekalipun para tersangka atau terdakwa berasal dari partainya sendiri.
Rakyat Indonesia mencintai bangsa ini, maka dari itu jangan sampai negara ini hancur oleh karena masalah intern di dalam. Tuntaskan semuanya, semoga Indonesia menjadi lebih baik! (IFS)

0 comments: